Latest News
Powered by Blogger.
Friday, April 8, 2016

Dokter Terakhir di kota Suriah ini Tewas ditangan Sniper Hizbullah

Dokter Terakhir di kota Suriah ini Tewas ditangan Sniper Hizbullah
Dokter Terakhir di kota Suriah ini Tewas ditangan Sniper Hizbullah

ACEHBesmart.com - Mohammed Khous sedang berjalan dari rumah sakit ke rumah anaknya yang berada di dekatnya. Ia berencana untuk istirahat. Namun tampaknya ia tak akan pernah lagi melanjutkan pekerjaannya, setelah kepalanya ditembak penembak jitu.

Tewasnya dokter 70 tahun itu berarti, kota Zabadani, Suriah, kehilangan dokter terakhirnya. Wilayah tersebut selama ini dikepung pasukan pemerintah dan sekutu milisi Hizbullah.

Pembunuhan Khius menarik perhatian akan betapa parahnya situasi di kota yang diblokade tersebut. Padahal upaya internasional sedang berlangsung untuk meredakan konflik melalui negosiasi di Jenewa.

"Penderitaan harian di daerah ini mempermalukan kita semua," kata Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan PBB Stephane O'Brien kepada Dewan Keamanan.

Khous dikenal warga Zabadani sebagai dokter bedah yang murah hati. Ia juga terampil membaca puisi sebelum kota itu jatuh pada perang sipil. "Dia mencintai Zabadani. Dia akan bernyanyi tentang hal itu," kata administrator rumah sakit lapangan di Zabadani Amer Burhan.

Saat pasukan keamanan melancarkan tindakan keras brutal kepada demonstran pada 2011, Dr Khous mulai secara diam-diam mengobati demonstran yang terluka di kliniknya di Baqin. Pasukan keamanan saat itu melacak tenaga medis yang merawat demonstran.

Saat dokter bedah terakhir meninggalkan kota pada 2015, Dr Khous pindah ke sana untuk bekerja sebagai staf ruang operasi. Salah satu karyawan dari Suriah American Medical Society (SAMS) mengatakan pemberontak memaksa Dr Khous mengisi kekosongan tersebut.

Untuk sementara, Dr. Khous bekerja dengan Dr Amal Awad Tatari, yang tidak memiliki pelatihan bedah. Tapi pada Januari, Dr Tatari setuju untuk meninggalkan kota itu sebagai bagian dari kesepakatan yang ditengahi oleh PBB.

"Kami 95 persen yakin dia dibunuh oleh sniper pemerintah atau Hizbullah," katanya.

Tatari mengatakan, Dr. Khous selalu berpakaian sipil. Tapi Dr. Khous menurutnya tak pernah membawa senjata. Butuh tiga jam bagi pekerja penyelamat membawa mayat Dr. Khous dari jalan, sebab penembak jitu bisa saja menembak mereka.

[Link Editor : By AssociatedPress/AP]
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Dokter Terakhir di kota Suriah ini Tewas ditangan Sniper Hizbullah Rating: 5 Reviewed By: T. Naganur TubeHD