Latest News
Powered by Blogger.
Tuesday, October 27, 2015

Sikapi Perbedaan Pendapat dengan Arif

Sikapi Perbedaan Pendapat dengan Arif
GUBERNUR Aceh, dr H Zaini Abdullah sedang berbincang dengan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin didampingi Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Drs Tgk H Ghazali Mohd Syam pada Muzakarah Ulama Se-Aceh di Banda Aceh, Senin (26/10)
 
ACEHBesmart.com - ACEH NANGGROE, Dimana Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah menegaskan, Pemerintah Aceh akan terus berjuang dan berkerja keras untuk mengatasi semua permasalahan pembangunan menuju kesejahteraan Aceh di masa mendatang.

Dengan dukungan para ulama, Pemerintah Aceh akan terus berikhtiar dan senantiasa memohon doa agar mampu mengatasi semua permasalahan. Termasuk dalam menyikapi kasus di Aceh Singkil yang terjadi 13 Oktober lalu.

Gubernur Zaini menyebut kasus Singkil itu sebagai tantangan besar yang harus dilalui dan diselesaikan secara arif. “Semuanya harus kita selesaikan secara baik dan arif. Islam mengajarkan kita untuk tegar menghadapi tantangan, ujian, dan cobaan seberat apa pun, dengan tetap berikhtiar dan bertawakal kepada Allah Swt,” kata Gubernur Zaini Abdullah saat membuka Muzakarah Ulama Se-Aceh di Aula Gedung Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Lampeuneurut, Aceh Besar, Senin (26/10) pagi.

Gubernur berharap, melalui muzakarah ulama tersebut akan terwujud situasi yang damai, aman, dan nyaman dalam menjalankan aktivitas ibadah bagi seluruh elemen masyarakat di Aceh.

Diingatkan bahwa dalam kehidupan masyarakat Aceh, terdapat keragaman komunitas dengan latar belakang berbeda, baik suku, bahasa, agama, pemikiran, tradisi, dan adat budaya. Namun, keragaman tersebut, menurut Gubernur Zaini, diharapkan tidak memicu konflik dan permusuhan. “Tapi jadikanlah keragaman tersebut sebagai energi kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan dan ukhuwah di antara sesama kita,” ajak Zaini Abdullah.

Sebagai hamba Allah yang beriman, lanjut Zaini, kita diperintahkan membangun sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan pendapat di kalangan masyarakat muslim, terutama dalam masalah fikih yang bersifat furu’iyah.

Doto Zaini menambahkan, perbedaan pendapat merupakan sunnatullah. Dalam tradisi Islam, perbedaan pendapat di kalangan ulama mazhab bukanlah hal yang baru. “Perbedaan pendapat dalam koridor keilmuan merupakan rahmat yang memperkaya pengetahuan kita dan ini telah dibuktikan oleh ulama-ulama besar dahulu seperti para Imam Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali, semoga Allah merahmati mereka,” ucap Zaini Abdullah.

Para imam mazhab, jelas Gubernur Zaini, juga telah menunjukkan sikap saling menghormati perbedaan pendapat di kalangan mereka dengan kalimat: Pendapatku mungkin benar dan mungkin saja salah, jika benar maka ikutilah dan jika salah maka tinggalkanlah, dan ikuti pendapat lain yang jauh lebih benar dan lebih kuat (rajih) dalilnya.

“Oleh karena itu, marilah kita kembali kepada Alquran dan sunnah, bila kita berbeda pendapat dalam suatu urusan, sebagaimana ditegaskan Allah Swt dalam firman-Nya yang artinya, wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alquran) dan Rasul (sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS Annisa: 59),” urai Doto Zaini.

Hal senada disampaikan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin yang bertindak sebagai keynote speaker yang meminta agar semua pihak membangun sikap toleransi, saling menghargai, dan menghormati, karena dalam Islam setiap perbedaan pandangan (ikhtilaf) adalah rahmat yang harus disyukuri.

Keragaman pandangan, kata Menag, merupakan cerminan bagi dinamika intelektual dan rasionalitas Islam sebagai agama yang universal. “Keberadaan mazhab-mazhab juga memperkaya peradaban Islam. Keberagaman bukan sesuatu yang harus dihindari, tapi merupakan rahmat yang harus disyukuri dan mari kita sikapi dengan arif dan bijak,” kata Menag.

Menag juga mengapresiasi langkah Gubernur Aceh yang telah memfasilitasi terlaksananya Muzakarah Ulama, sehingga menjadi wahana yang efektif dalam mengkaji hal-hal yang bersifat keagamaan. “Ini sangat berfaedah. Saya mengapresiasi kebebasan ulama di Aceh dalam mengkaji keagamaan,” demikian Menag Lukman Hakim.

Muzakarah yang mengusng tema “Melalui Muzakarah Ulama Kita Tingkatkan Toleransi dalam Pelaksanaan Syariat Islam” ini diikuti 150 ulama Aceh dan berlangsung hingga Selasa, 27 Oktober 2015.

Pembukaan muzakarah turut dihadiri Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto, Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi, para rektor perguruan tinggi negeri, Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait serta tamu undangan lainnya.

[Sumber : Serambi Nanggroe]
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Sikapi Perbedaan Pendapat dengan Arif Rating: 5 Reviewed By: T. Naganur TubeHD